1. Sistem
Berkas pada Operasi System Windows beserta perbedaannya :
a. FAT 16
- Menggunakan ukuran unit alokasi yang memiliki batas hingga 16 bit
- Batas kapasitas hingga 4 GB
- Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi
yang hendak diformat
- Bisa diakses oleh MS-DOS (versi 4.x ke atas) dan semua OS Windows
Tabel berikut berisi informasi sistem operasi apa saja yang mendukung sistem
berkas FAT16.
b. FAT 32
- Menggunakan ukuran unit alokasi yang memiliki batas hingga 32 bit
- Batas kapasitas hingga 8 TB
- Diperkenalkan mulai Windows 95 OEM Service Release 2 (Windows 95 OSR2)
- Bisa diakses oleh semua OS Windows kecuali Windows 95 (versi awal), Windows
NT 3.x dan Windows NT 4.0
Tabel sistem operasi Windows yang mendukung sistem berkas FAT32 ini sebagai
berikut
c.NTFS (
New Technology File System )
- terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT
4.0 dengan semua service pack miliknya), Windows NT 5.x (Windows 2000, Windows
XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista, Windows 7).
- Merupakan sebuah file sistem yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga
sistem operasi Windows NT
- Memiliki sebuah desain yang sederhana tapi memiliki kemampuan yang lebih
dibandingkan keluarga file sistem FAT
Fitur-fitur NTFS
• Dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (Disc Quota)
• Mendukung file sistem terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis
beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan
• NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio
yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk.
Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang
berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh
aplikasi-aplikasi ilmiah.
• NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2)
hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan
pengodean ANSI (8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan
nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri
direktori.
• NTFS memiliki fitur.
• Penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255
karakter, sistem berkas FAT masih menggunakan pengodean ANSI (8-bit ASCII)
Versi NTFS
• NTFS versi 1.0 (Windows NT 3.1)
• NTFS versi 1.1 (Windows NT 3.50)
• NTFS versi 1.2 (Windows NT 4.0)
• NTFS versi 2.0 (digagalkan oleh Microsoft)
• NTFS versi 3.0 (Windows 2000)
• NTFS versi 3.1 (Windows XP SP1 dan Widows Server 200
Tabel
Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32 dan FAT16
2. Sistem
Berkas pada UNIK :
a. EXT 2
EXT2 adalah file sistem yang ampuh di linux. EXT2 juga merupakan salah satu
file sistem yang paling ampuh dan menjadi dasar dari segala distribusi linux.
Pada EXT2 file sistem, file data disimpan sebagai data blok. Data blok ini
mempunyai panjang yang sama dan meski pun panjangnya bervariasi diantara EXT2
file sistem, besar blok tersebut ditentukan pada saat file sistem dibuat dengan
perintah mk2fs. Jika besar blok adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025
bytes akan memakai 2 blok. Ini berarti kita membuang setengah blok per file.
EXT2 mendefinisikan topologi file sistem dengan memberikan arti bahwa setiap
file pada sistem diasosiasiakan dengan struktur data inode. Sebuah inode
menunjukkan blok mana dalam suatu file tentang hak akses setiap file, waktu
modifikasi file, dan tipe file. Setiap file dalam EXT2 file sistem terdiri dari
inode tunggal dan setiap inode mempunyai nomor identifikasi yang unik.
Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam EXT2 file
sistem adalah file khusus yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi
direktori tersebut.
Gambar 7-3. Struktur Sistem Berkas EXT2.
a. Inode
dalam EXT2
Inode adalah kerangka dasar yang membangun EXT2. Inode dari setiap kumpulan
blok disimpan dalam tabel inode bersama dengan peta bit yang menyebabkan sistem
dapat mengetahui inode mana yang telah teralokasi dana inode mana yang belum.
MODE: mengandung dia informasi, inode apa dan izin akses yang dimiliki user.
EXT2 inode juga dapat menunjuk pada device khusus dan dapat menangani program
sehingga program dapat mengakses ke device. Semua file device di dalam drektori
/dev dapat membantu program mengakses device.
b. Superblok dalam EXT2
Superblok mengandung informasi tentang ukuran dasar dan bentuk file sistem.
Informasi di dalamnya memungkinkan file sistem manager untuk menggunakan dan
merawat file sistem. Biasanya, hanya superblok di blok group 0 saat file sistem
di-mount tetapi setiap blok grup mengandung duplikatnya untuk menjaga jika file
sistem menjadi rusak. Informasi yang dikandung adalah:
a. Magic Number
meyakinkan software bahwa ini adalah superblok dari EXT2 file sistem.
b. Revision Level
menunjukkan revisi mayor dan minor dari file sistem.
c. Mount Count dan Maksimum Mount Count
menunjukkan pada sistem jika harus dilakukan pengecekan dan maksimum mount yang
diijikan sebelum e2fsck dijalankan.
d. Blocks per Size
besar blok dalam file sistem, contohnya 1024 bytes.
e. Blocks per Group
benyaknya blok per group.
f. Block Group Number
nomor blok group yang mengadung copy dari superblok.
g. Free Blocks
banyaknya blok yang kosong dalam file sistem.
h. Free Inode
banyak inode kosong dalam file sistem.
i. First Inode
nomor inode dalam inode pertama dalam file sistem, inode pertama dalam EXT2
root file sistem adalah direktori "/".
b. EXT 3
EXT3 adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini memiliki
beberapa keuntungan, diantaranya:
a. Setelah kegagalan sumber daya, "unclean shutdown", atau kerusakan
sistem, EXT2 file sistem harus melalui proses pengecekan dengan program e2fsck.
Proses ini dapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama,
khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses
ini, semua data tidak dapat diakses.
Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan
pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan
hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang
diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi "unclean shutdown" tidak
tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari
besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default
memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.
b. Integritas data
EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau
"unclean shutdown". EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe
proteksi dari data.
c. Kecepatan
Daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih
besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita
bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas
data tidak terjamin.
d. Mudah dilakukan migrasi
Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
c. EXT4
Ext4 default untuk instalasi Ubuntu KK akan menggunakan sistem berkas ext4
secara default untuk instalasi baru. Namun begitu sistem berkas ext3 pada sistem
lama tidak akan dikonversi secara otomatis.
d. JFS ( Journalis File System )
JFS – IBM Journal FileSystem- Merupakan filesystem pertama yang menawarkan
journaling. JFS sudah bertahun-tahun digunakan dalam IBM AIX ® OS sebelum
digunakan ke GNU / Linux. JFS saat ini menggunakan sumber daya CPU paling
sedikit dibandingkan filesystem GNU / Linux yang lain. Sangat cepat di format,
mounting dan fsck, dan memiliki kinerja sangat baik, terutama berkaitan dengan
deadline I / O scheduler. (Lihat JFS.) Tidak didukung seluas ext atau ReiserFS,
tapi sangat matang dan stabil.
e. Reiser FS
• Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat.
• Ciri-cirinya mirip EXT3 file sistem.
• Reiser file sistem dibuat berdasarkan balance tree yang cepat.
• Balance tree unggul dalam hal kinerja, dengan algoritma yang lebih rumit
tentunya.
• Reiser file sistem lebih efisien dalam pemenfaatan ruang disk.
• Jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blok.
• File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok.
• Reiser file sistem tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode.
• Resier file sistem dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen.